Konsep Dasar Analisis Teknikal (Technical Analysis)

Secara garis besar, konsep dasar Analisis Teknikal (Technical Analysis) adalah mempelajari pergerakan harga mata uang dari waktu ke waktu.

Pedoman dalam menggunakan analisis teknikal adalah bahwa, secara teoritis, semua informasi yang ada di pasar tercermin dalam harga itu sendiri. Jadi, jika harga mencerminkan semua informasi yang ada di luar sana, maka aksi dari harga tersebut saja yang diperlukan dalam melakukan perdagangan (jual atau beli).

Prinsip sederhana yang dianut dalam dasar-dasar analisis teknikal seperti yang tertera dalam pepatah lama “history tends to repeat itself”, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “sejarah cenderung berulang dengan sendirinya”.

Selanjutnya, kita coba lihat dalam contoh berikut :

Analisis Teknikal Forex Trading - Support dan Resistance pada Grafik Candlestick

Jika pada suatu level harga tertentu dalam grafik forex (forex chart) menunjukkan pola (pattern) aksi support atau resistance, maka para trader atau analis akan terus mengamati level harga tersebut sebagai bagian dari analisis mereka dalam melakukan keputusan jual atau beli. Trader atau analis akan melihat dan menganalisis pola sejenis dari sejarah pergerakan sebelumnya dan percaya bahwa pergerakan dari pola sejenis tersebut pasti terulang.

Dalam forex trading, jika kita bicara mengenai konsep dasar analisis teknikal, maka hal yang paling utama dalam benak kita adalah grafik karena dengan grafik, kita dengan mudah memvisualisasikan sejarah/histori dari data-data masa lalu. Jadi dengan data-data pola grafik (chart pattern) dan level-level support dan resistance masa lalu tersebut, kita dapat menemukan peluang mendapatkan keuntungan, baik dalam posisi jual (sell) maupun dalam posisi beli (buy).

Semakin banyak forex trader mencari level harga tertentu dan juga pola-pola grafik tertentu, maka semakin banyak pula kemungkinan level dan pola-pola grafik berikutnya yang akan terjadi. Kita harus ingat bahwa analisis teknikal sifatnya sangat subyektif sekali.

Misalnya saya dan Anda melihat suatu pola grafik yang sama dan menggunakan indikator yang sama, belum tentu pemikiran dan hasil analisis kita sama pula. Kesimpulan dari hasil analisis saya dan Anda sangat dimungkinkan berbeda. Bisa saja saya berkesimpulan harga akan menuju level A dengan pola grafik X tetapi Anda berkesimpulan harga akan menuju level B dengan pola grafik Y.

Yang harus kita sadari adalah kita harus memahami konsep-konsep dasar analisis teknikal tersebut lengkap dengan perangkat dan alat bantu (tools) yang ada, misalnya pivot points, Fibonacci, Stochastic Oscillator, Relative Strength Index, maupun Bollinger Bands, dll. Semua itu harus dikombinasikan dan diolah utuk mendapatkan kesimpulan yang benar dan tepat.

Baca juga :