Cara Bermain Forex Trading dengan Support dan Resistance

Setelah kita memahami dasar-dasar support dan resistance, selanjutnya kita akan mengaplikasikan salah satu alat bantu (tools) analisis teknikal tersebut ke dalam metode atau cara bermain forex trading dan juga aktifitas perdagangan kita lainnya. Kita akan bagi dalam dua cara yaitu bounce dan break supaya lebih terkonsentrasi.

Bounce

Sesuai dengan namanya, bounce berarti memantul, metode atau cara bermain forex trading dengan support dan resistance ini dilakukan sesaat setelah terjadi pantulan pergerakan pada area support atau resistance.

Banyak trader-trader forex retail membuat kesalahan dengan mengatur dan menempatkan order secara langsung pada level support dan resistance dan kemudian menunggu order tersebut tereksekusi. Mungkin cara tersebut bisa saja berhasil jika memang pergerakan harga kebetulan sesuai dengan perkiraan awal. Akan tetapi, cara tersebut tidak berbeda dengan bertaruh.

Dalam menganalisis support dan resistance, kita tetap membutuhkan konfirmasi aksi pergerakan harga, apakah pergerakan harga lanjutannya akan memantul (bounce) atau malah terus menembus (break) level support dan resistance tersebut. Jadi, jangan berpikir dengan menempatkan order pada level support atau resistance hanya untuk mendapatkan harga yang sedekat mungkin dengan level support atau resistance, yang paling penting adalah konfirmasi dari aksi pergerakan harga.

Membuka transaksi beli atau jual bisa kita lakukan setelah bounce sudah terkonfirmasi. Hal tersebut untuk menghindari jika terjadi pergerakan harga yang cepat dan menembus level support atau resistance.

cara bermain forex trading dengan bounce

Break

Mungkin tidak cukup jika cara bermain forex trading dengan support dan resistance hanya dengan metode bounce saja. Pada kenyataannya, level support atau resistance tidak selamanya akan bertahan. Ada 2 cara bermain break dalam forex trading yaitu dengan cara agresif dan konservatif.

Cara agresif

Cara yang paling sederhana dalam bermain break adalah beli atau jual ketika harga secara meyakinkan melewati level support atau resistance. Kata kuncinya adalah “dengan meyakinkan” karena kita tentunya hanya akan membuka transaksi ketika harga melewati atau menembus level support atau resistance yang kuat dengan mudah.

cara bermain forex trading dengan aggresive break

Cara konservatif

Untuk memudahkan pemahaman mengenai cara bermain forex trading secara konservatif, kita akan gunakan ilustrasi sebagai berikut :

Kita memutuskan akan membeli EUR/USD dengan harapan harga akan naik setelah terjadi bounce pada level support. Beberapa saat kemudian, level support malah bisa ditembus dan kita dalam posisi loss. Dengan kondisi modal yang semakin berkurang, ada dua pilihan yang bisa kita lakukan yaitu segera menutup posisi dengan sejumlah kerugian atau tetap bertahan dengan harapan harga akan kembali naik. Menurut Anda, pilihan pertama atau kedua yang akan Anda ambil?

Sebelumnya, kita coba pahami fenomena yang biasanya terjadi pada kondisi “break”. Pada saat level support pada contoh diatas bisa ditembus, maka akan banyak terjadi transaksi jual (sell) EUR/USD baik itu posisi sell open untuk membuka posisi baru maupun sell close untuk menutup posisi loss. Kondisi tersebut menyebabkan harga akan sedikit bergerak naik (pullback) sampai mendekati level support yang sebelumnya sudah ditembus (broken support). Saat fenomena tersebut sudah mulai berkurang efeknya, maka harga akan kembali turun. Fenomena tersebut yang menjadi alasan kenapa broken support akan menjadi resistance bagi pergerakan harga berikutnya.

Untuk memanfaatkan fenomena tersebut kita harus sabar. Sebaiknya kita membuka posisi transaksi setelah menunggu harga terkoreksi (pullback) lebih dahulu sampai harga mendekati level broken support daripada membuka posisi sebelum terjadinya koreksi/pullback.

cara bermain forex trading dengan conservative break

Yang harus perhatikan jika kita akan menggunakan cara bermain forex trading secara konservatif pada area support atau resistance:

Dalam forex, metode dan cara tersebut di atas belum tentu akan terjadi setiap saat. Re-tests maupun pullback juga belum tentu akan terjadi setiap saat. Ada kalanya harga akan terus bergerak turun tanpa ada pullback. Jadi, pastikan bahwa kita selalu menggunakan stop loss order dalam setiap transaksi. Jangan mempertahankan sebuah transaksi hanya karena harapan saja.

Baca juga :